Beranda RAGAM DAERAH DPD SAMADE Labura Dikukuhkan

DPD SAMADE Labura Dikukuhkan

687
0
BERBAGI

Sumut, (faktahukum.co.id) – Dalam agenda pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) yang dihadiri para pelaku usaha tani kelapa sawit, petani kelapa sawit mandiri daerah Labuhanbatu Utara, merupakan salah satu wilayah sentral kelapa sawit rakyat di Sumatera Utara.

Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) adalah kumpulan dari petani sawit, praktisi petani sawit yang berjiwa sosiopreneur, berperan sebagai wadah bertukar pengalaman antar petani dan praktisi sehingga dapat mengedukasi dan mendukung petani sawit Indonesia secara mandiri. Selain sebagai wadah bertukar pengalaman antar petani dan praktisi, juga sebagai wadah perjuangan petani sawit,

wadah mewujudkan kesejahteraan hidup petani sawit, wadah pemersatu petani kelapa sawit, wadah pemberdayaan petani kelapa sawit, wadah pemelihara serta pelestari lingkungan hidup.

Sejarah berdirinya Asosiasi ini dilatar belakangi oleh semangat berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman di kalangan petani mandiri melalui Facebook Group. Dengan inisiatif salah seorang partisipan bernama bapak Sugiman membuat Close Group “Sawitku Masa Depanku” bulan April 2015, selanjutnya atas dorongan rekan-rekan untuk kopi darat (kopdar) maka terbentuklah Asosiasi SAMADE pada tanggal 28 Oktober 2016 di Pekanbaru dengan legalitas

Badan Hukum sesuai Akte Notaris No.16 pada tanggal 4 Nopember 2016 pada kantor Notaris Eva Anggraini, SH dan SK Kementrian Hukum & HAM Republik Indonesia No. AHU-0078432.AH.01.07. TAHUN 2016.

Teguh Kurniawan SP. selaku Ketua DPD Labuhanbatu Utara di SAMADE dalam sambutannya memaparkan,”Seperti kerap kita dengar dan ketahui bersama bahwa istilah“sustainability” atau “berkelanjutan” di era modern telah menjadi tuntutan dunia internasional khususnya sektor pertanian/perkebunan, maka dalam rangka menunjang kesiapan daya saing (competitiveness) para pelaku usaha khususnya bidang pertanian/perkebunan di dalam negeri maka melalui wadah organisasi ini diharapkan dapat menjadi media edukasi dan sebuah gerakan pemersatu petani/pekebun kelapa sawit mandiri.”kata Teguh.

Teguh menambahkan,”Selalu menjadi soal dari petani kecil di Indonesia, termasuk pula petani mandiri, bahwa budaya mendokumentasikan pengalaman, pengetahuan adalah menjadi hal yang sulit dan tidak ber-budaya. Sehingga tak jarang, pengalaman mereka dari banyak hal, hanya menjadi pengalaman tak penting. Padahal jika semua pengalaman mereka terdokumentasi dengan baik, maka pengalaman mereka tentu akan menjadi pengetahuan bagi petani lainnya,”tuturnya.

Selanjutnya perlu digambarkan mengenai tahap-tahap persiapan dokumen, dan dokumen apa saja yang harus dipersiapkan oleh petani mandiri menuju minyak sawit berkelanjutan dalam hal ini sertifikasi ISPO (Indonesia Sustainabel Palm Oil) sebagai mandatory maupun RSPO (Rountable on Sustainable Palm Oil) sebagai voluntary.

Penting  disosialisasikan dan diberikan beberapa contoh dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan oleh  organisasi dan petani sebagai anggota. Perlunya menumbuhkan kesadaran bahwa dokumentasi semua hal adalah penting dalam aktifitas kebun dan aktifitas menagemen kebun, meskipun kadangkala dokumentasi tersebut dianggap sederhana. Karena hanya melalui dokumentasi sebuah organisasi atau sebuah aktifitas terbukti dilakukan dengan benar, namun tentu saja harus didukung dengan aksi secara lansung dan aktual di lapangan.

Dalam kesempatan yang sama Indra Muda Pasaribu selaku ketua Asosiasi SAMADE DPW Sumatera Utara menyampaikan,”Adapun tujuan kita berkumpul saat ini adalah untuk pembentukan DPD SAMADE Labuhanbatu Utara, dimana kiranya setelah terbentuknya DPD ini dapat sebagai wadah petani sawit dalam penyampaian aspirasi di lapangan agar dapat membantu petani lebih baik lagi.”ujar Indra.

Indra Muda Pasaribu juga menyampaikan harapannya dengan berdirinya DPD SAMADE di Labuhanbatu Utara ini agar perangkat asosiasi bisa bersentuhan langsung kepada petani di lapangan sehingga dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi petani dan bisa memberikan solusi.

Antoni Sembiring selaku perwakilan Dewan Penasehat di DPD menyambut gembira serta berterima kasih untuk sedulur SAMADE yang bersedia menjadi Pengurus DPD Asosiasi SAMADE Labuhanbatu Utara. Beliaupun mengatakan,”Berdirinya Asosiasi SAMADE ini berlatar belakang pada upaya dalam melengkapi sebuah mata rantai dalam sistem industri kelapa sawit, dengan adanya DPD SAMADE Labuhanbatu Utara ini maka lengkaplah mata rantai ini yang selanjutnya DPD SAMADE bias menjadi penghubung bagi stakeholder industri kelapa sawit.”tutur Antoni.

“Semoga wadah DPD SAMADE ini bisa menjadi rumah organisasi bagi petani sawit Labuhanbatu Utara dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi petani sawit swadaya di Labuhanbatu Utara ini.”tambah Antoni.

Dadang Gusyana S.Si M.P selaku salah seorang di dewan penasehat DPD memaparkan luas areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia selama enam tahun terakhir cenderung menunjukkan peningkatan, naik sekitar 2,77 sampai dengan 11,33 persen per tahun. Pada tahun 2010 lahan perkebunan kelapa sawit Indonesia tercatat seluas 8,55 juta hektar, meningkat menjadi 10,75 juta hektar pada tahun 2014 atau terjadi peningkatan 25,80 persen.

Pada tahun 2015 diperkirakan luas areal perkebunan kelapa sawit meningkat sebesar 5,07 persen dari tahun 2014 menjadi 11,30 juta hektar.

“Perkebunan rakyat saat ini tengah berkembang menjadi kekuatan inti dalam pengembangan kelapa sawit nasional. Saat ini luas areal perkebunan rakyat mencapai 3,5 juta Ha atau sekitar 30 persen dari total areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Jumlah ini berpotensi mengalami peningkatkan seiring semakin terbatasnya lahan untuk pengembangan sawit bagi perusahaan besar, namun pembangunan kebun skala kecil masih terbuka luas di sejumlah wilayah di Indonesia,”papar Dadang.

Salah satu kendala yang dihadapi perkebunan rakyat adalah rendahnya produktivitas yang dihasilkan. Hal ini tidak lepas dari banyaknya pengelolaan kebun yang tidak sesuai dengan kaidah teknis. Saat ini produktivitas perkebunan rakyat diperkirakan kurang dari 20 ton TBS/ha/tahun. Oleh sebab itu perlu diupayakan pengetahuan pekebun dalam hal pengelolaan kebun sesuai dengan standar teknis budidaya kelapa sawit.

Oleh sebab itu Dadang sebagai Dewan Penasehat siap memberikan dorongan penuh kepada seluruh jajaran SAMADE Labuanbatu Utara untuk membantu pekebun sawit swadaya atau pekebun menengah KECIL. SAMADE berkewajiban untuk memberikan informasi dan bimbingan Budi daya Sawit yang mudah dimengerti, praktis dan tepat guna.

Dengan SAMADE Dadang berharap dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatkan pengetahuan para pekebun kelapa sawit di Indonesia yang pada akhirnya memberikan dampak pada perbaikan budidaya kelapa sawit dan memberikan hasil peningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.

DPD Labuhanbatu Utara dalam kesempatan yang sama mendokumentasikan agenda pelantikannya dalam sebuah buku, yang salah satu bagian isinya memaparkan bahwa Di Indonesia, jumlah petani mandiri terus meningkat dari tahun ketahun, tentunya ini menjadi tantangan besar bagi kelestarian lingkungan dan keberlanjutannya, karena dalam banyak kasus, petani mandiri adalah petani yang perkembangnnya sangat massif, meskipun bisa dikatakan tidak terorganisir, dan petani adalah pihak yang paling dekat aksesnya kepada kawasan-kawasan hutan dan kawasan-kawasan genting, sehingga tak mengherankan petani adalah dianggap paling dekat dengan pengrusakan. Selain karena jumlah mereka banyak, lemah/terbatasnya pengetahuan budidaya perkebunan kelapa sawit menjadi peluang pemicu rusaknya wilayah-wilayah berhutan, kawasan hutan dan wilayah-wilayah yang memiliki nilai konservasi tinggi.

Petani mandiri adalah petani yang turut memberikan dampak pada bergeraknya mesin produksi minyak sawit, sehingga keberadaan mereka tak bisa diabaikan. Petani mandiri adalah petani yang memiliki potensi cukup besar, dan jumlah mereka yang besar meskipun lahan mereka sedikit, adalah potensi untuk mendorong mereka menjadi bagian penting dalam putaran roda bisnis ini. Jika perusahaan besar bersama plasma adalah bertujuan untuk memberikan manfaat devisa bagi Negara dan bagi para investornya, maka petani mandiri adalah hadir dan ada, untuk memberikan manfaat devisa bagi keluarga mereka. Kesejahteraan petani mandiri, adalah sama halnya dengan kesejahteraan bagi keluarga-keluarga kecil mereka. (P.Hsb)