Beranda RAGAM DAERAH Dozer Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Labura Kelayapan di Kabupaten Asahan

Dozer Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Labura Kelayapan di Kabupaten Asahan

1053
0
BERBAGI

Labuhanbatu Utara, (FHI)-Dozer Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu Utara beberapa waktu yang lalu, Kamis (12/10) tampak bekerja dilokasi proyek pembangunan perumahan di daerah Kabupaten Asahan.

Informasi dihimpun dari beberapa masyarakat disekitar lokasi pembangunan perumahan menerangkan bahwa dozer tersebut telah bekerja dan berada dilokasi proyek perumahan lebih kurang lima hari.

“Dozer berlambangkan logo pemkab Labuhanbatu Utara ini telah bekerja lebih kurang lima hari” kata sumber.

“Waktu itu saya lagi duduk minum kopi, saat itu saya lihat ada truck trado memuat dozer berlogokan pemkab Labuhanbatu Utara pada sisi kanan kiri melintas ke arah Kabupaten Asahan”.

“Esoknya saya lihat dozer tersebut sedang bekerja di lokasi perumahan Aulia Permai II Kampung Tujuh Dusun Dua Desa Ledong Barat Kec. Aek Ledong Kab. Asahan” tambah sumber yang enggan disebutkan namanya itu.

Dikonfirmasi Kabid yang membidangi Deni, SH, Jum’at (13/10) menyatakan bahwa benar dozer tersebut ada mereka sewakan-rentalkan ke pihak lain. Menurutnya semua telah sesuai aturan.

Dijelaskan oleh sang Kabid bahwa Perda tentang penyewaan alat berat dozer milik Dinas Lingkungan Hidup tersebut ada dan masih dieksaminasi. Pihak luar menyewa sesuai harga yang ditetapkan.

“Mengenai perdanya silahkan saja cari sendiri demikian juga harga sewanya” ucap Deni dengan ketus.

Diminta tanggapan perihal disewakannya alat berat dozer milik Dinas Lingkungan Hidup Kab. Labuhanbatu Utara yang menurut informasi peruntukannya untuk khusus T.P.A, Sekretaris Investigasi Aliansi Penyelamatan Indonesia Wilayah Sumut Dani Sitorus menyatakan apa yang dilakukan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup jelas menyalahi aturan.

Menurut Dani alat berat dozer milik Dinas Lingkungan Hidup Kab. Labuhanbatu Utara itu bukan untuk disewakan atau direntalkan kepada pihak lain. Dozer itu pengadaannya diperuntukkan sebagai penyorong sampah di lokasi T.P.A, bukan untuk direntalkan atau disewakan tambahnya.

“Coba saja lihat pada Perda No.02 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kab. Labuhanbatu Utara No.23 Tahun 2011 Tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah !, tidak ada pencantuman tentang sewa menyewa alat berat Dinas Lingkungan Hidup” ucap Dani.

“Jadi sudah pasti uang hasil rental alat berat dozer milik Badan Lingkungan Hidup Pemkab Labuhanbatu Utara itu tak jelas juntrungannya” tegasnya.

“Menilik kegiatan itu ada dugaan dan indikasi penyalahgunaan wewenang dan jabatan dalam kejadian ini, bahkan terindikasi terjadi praktek pungli, hal ini tidak bisa dibiarkan dan harus ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini agar para pejabat tidak semau gue menggunakan aset negara untuk meraup keuntungan pribadi” tambahnya mengakhiri. (SA)