Beranda RAGAM DAERAH Diskusi Panel dan Manajemen Audit Kasus Stunting di Barut

Diskusi Panel dan Manajemen Audit Kasus Stunting di Barut

92
0
BERBAGI

Barito Utara, Kalteng – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disdalduk KB dan P3A) Barito Utara menyelenggarakan diskusi panel dan manajemen audit kasus stunting di Aula Dinas Kesehatan, Kamis (29/9/2022).

Kegiatan ini dibuka Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Ir Inriaty Karawaheni dan dihadiri yang mewakili Kepala BKKBN Provinsi Kalteng Noni Merdeka Sari, Kepala Perangkat Daerah, Camat Teweh Tengah, Camat Lahei Barat, Kepala Puskesmas se Barito Utara dan undangan lainnya.

Bupati Barito Utara H Nadalsyah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Sekda, Inriaty Karawaheni mengatakan stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan.

”Stunting merupakan permasalahan serius yang memerlukan penanganan secara tepat dan menyeluruh karena dampak yang ditimbulkan akan sangat merugikan. Bukan hanya pada masa depan anak itu sendiri, namun akan berdampak juga pada keluarga serta bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kelangsungan pembangunan bangsa dan negara dimasa yang akan datang,” kata Inriaty Karawaheni.

Dikatakannya, tujuan dilaksanakannya rapat audit kasus stunting adalah untuk mengidentifikasi risiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran, mengetahui penyebab risiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran sebagai upaya pencegahan dan perbaikan tata laksana kasus yang serupa.

Kemudian menganalisis faktor risiko terjadinya stunting sebagai upaya pencegahan, penanganan kasus dan perbaikan tata laksana kasus yang serupa.

“Serta memberikan rekomendasi penanganan kasus dan perbaikan tata laksana kasus serta upaya pencegahan yang harus dilakukan,” jelasnya.

Menurutnya, Pemkab Barito Utara akan melaksanakan program dan kegiatan untuk mempercepat penurunan stunting berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Didalamnya disebutkan bahwa untuk pelaksanaannya, pemerintah daerah harus menindaklanjuti tentang pembentukan SK tim percepatan penurunan stunting (TPPS) tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan.

“Pemerintah Kabupaten Barito Utara juga telah mengeluarkan SK tim percepatan penurunan stunting Kabupaten Barito Utara. Adapun komposisi dan susunan tim keanggotaan mengikuti ketentuan yang sudah diatur dalam Perpres 72 tahun 2021,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Inriaty Karawaheni, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan RI tahun 2021, Kabupaten Barito Utara memiliki presentase balita stunting sebesar 28,3 persen, atau lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 27,4 persen. Sehingga memerlukan langkah-langkah strategis guna menurunkan prevalensi stunting sesuai dengan target pemerintah yaitu 14 persen pada tahun 2024.

Langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam rangka percepatan penurunan stunting adalah sesuai dengan yang tertuang dalam Perpres 72 tahun 2021 yaitu pendampingan calon pengantin, pendampingan ibu hamil, pendampingan ibu pasca persalinan dan pendampingan anak usia 0-59 bulan.

“Tim percepatan penurunan stunting Kabupaten Barito Utara juga membentuk tim pendamping keluarga yang akan berjuang di lapangan dalam upaya penurunan stunting di daerah ini,” katanya.

Diungkapkannya, Pemkab Barito Utara mengharapkan agar angka prevalensi stunting di daerah ini dapat menurun dan kasus stunting di Barito Utara tidak ditemukan.

“Untuk itu, kami harapkan dengan adanya kegiatan rekonsiliasi stunting ini, bapak dan ibu selaku anggota tim percepatan penurunan stunting dapat memahami secara jelas dan bekerja sama dalam upaya percepatan penurunan stunting di kabupaten Barito Utara,” kata Asisten III Ir Inriaty Karawaheni.

Mari kata Inriaty Karawaheni kita bersama-sama menjaga dan membangun wilayah kita Kabupaten Barito Utara agar terhindar dari adanya kasus stunting, sehingga sumber daya manusia (SDM) di daerah ini menjadi sehat dan unggul menuju Indonesia Emas tahun 2045, sesuai yang kita harapkan bersama,” tutupnya. (@lie/Tim).