Beranda WISATA Diduga Tak Berizin, Tempat Wisata Curug Bidadari di Tutup

Diduga Tak Berizin, Tempat Wisata Curug Bidadari di Tutup

415
0
BERBAGI

Bogor, (faktahukum.co.id) – Curug Bidadari atau yang biasa disebut Sentul Paradise Park, merupakan satu-satunya tempat wisata air terjun yang terletak, di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Letak tempat wisata ini sangat strategis, tidak jauh dari Pusat Kota Bogor.

Menurut keterangan warga sekitar, tempat wisata ini di tata oleh Kostra Baladhika pada tahun 2010 dengan berbagai macam pemandangan fenomena alam yang tampak seperti alami. Sehingga membuat para pengunjung tertarik dan berdatangan untuk menikmati pemandangan yang ada.

Namun sangat disayangkan, siapa yang sangka ditengah-tengah perjalanan tidak menghasilkan buah harapan yang manis. Hal tersebut dirasakan oleh salahsatu pengelola usaha tersebut, sehingga harus berurusan dengan hukum lantaran terjadinya sengketa kepemilikan lahan antara satu dengan yang lainnya saling mengklaim atas kepemilikan lahan tersebut.

Dengan adanya permasalahan tersebut, Camat Babakan Madang, Cecep Imam Nagarasid, S.E.,M.Si, langsung melakukan undangan rapat koodinasi pembahasan permasalahan dan rencana pengembangan potensi wisata Curug Bidadari, Pada, Rabu (09/09/20), Pukul 08.30 WIB, di Aula Kecamatan Babakan Madang.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Cecep selaku Camat Babakan Madang dengan didampingi oleh Sekdis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Drs. H. Achmad Sofyan, M.M, serta para tamu undangan, diantaranya ; Triyono Cs (Pengelola PT. ATK), Hanfi Fajri, S.H.,CLA (PH Kostra Baladhika), Perum Perhutani, DJKN, PT. Sentul City, Kasi Trantib, Binmas Bojong Koneng, Babinsa Bojong Koneng, Kades Bojong Koneng, Ketua BPD Bojong Koneng, Kadus 03 dan Kadus 05 Bojong Koneng, Ketua Rw 09 dan Ketua Rt 15 Bojong Koneng, Karang Taruna dan Ketua BUMDES Bojong Koneng.

Dalam sambutannya, Cecep menjelaskan kepada para pihak yang bersangkutan agar dalam konflik yang terjadi saat ini segera diselesaikan secara mufakat dulu, jangan sampai kelak ada lagi warga masyarakatnya yang harus berurusan dengan hukum.

Setelah melewati perdebatan-perdebatan yang sedikit memanas antara PH Kostra Baladhika dengan pihak pengelola PT. ATK, akhirnya tercapai juga suatu mufakat yang akhirnya dituangkan dalam perjanjian tertulis yang disetujui oleh para pihak dengan dibubuhi tandatangan dengan hasil keputusan bersama untuk menutup tempat wisata Curug Bidadari tersebut.

Seusai rapat, Camat Babakan Madang, Cecep Imam Nagarasid, S.E.,M.Si, saat di konfirmasi menjelaskan, “Justru kami itu Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Visi Misi Kabupaten Bogor menjadi Objek Sport And Touristm yang digagas oleh Pemerintah”.

“Dalam hal ini, Bupati sebetulnya menindak lanjutin dari pada visi misi dimaksud, intinya bahwa semua wisata yang ada diwilayah dimatangkan dengan didata dan diluruskan mengenai legal formalnya. Sehingga ketika sudah ketahuan legal formalnya, Pemerintah Kabupaten Bogor akan mendorong, akan bekerjasama, akan bergandengan dengan para pengusaha wisata yang ada di Kabupaten Bogor,” jelas Camat

“Kalau seandainya bisa dikerjasamakan syukur, kalau tidak juga tetap akan didorong karena merupakan visi misi Bupati dalam hal itu Sport And touristm, mendatangkan turis dari luar ke Kabupaten Bogor yang akan mendatangkan pendapatan daerah yang berdampak pada PAD,” jelasnya.

Lanjut Camat, “Rapat hari ini hanya menginfetarisir yang terlibat ataukah yang memliki lahan di Curug Bidadari itu siapa saja, bukti kepemilikannya apa, itu saja. Kami tidak memutuskan ini bukti pemilikkan siapa yang benar atau salah, baik dari Baladhika, Sentul City, Johnny Andrean atau Perhutani”.

“Hasil rapat hari ini akan saya laporkan kepimpinan untuk sebagai bahan kebijakan pimpinan dalam mengambil langkah-langkah berikutnya. Tentunya nanti akan lebih teknis, kemungkinan ngundang BPN, ngundang unsur-unsur terkait termasuk Kejaksaan. Untuk Status Quo hari ini muncul dari hasil keputusan mereka bersama dengan surat pernyataan yang mereka tandatangani tidak ada kegiatan operasional. Tadi sebetulnya saya menyodorkan opsi untuk mengisi kekosongan di status Quo kan di kelola oleh BUMDES masuk keluarnya nanti bisa di audit oleh Inspektorat. Tapi kan mereka nggak mau, ya udah cut aja,” ucapnya.

Sekdis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Drs. H. Achmad Sofyan, M.M, saat ditanya mengenai Izin Usaha (Tanda Daftar Usaha Pariwisata) Curug Bidadari, apakah ada dikeluarkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata? Dijawab, “nggak ada-nggak ada, nanti kita telusuri ya,” ucapnya Sekdis.

Masih ditempat yang sama, PH Kostra Baladhika, Hanfi Fajri, S.H.,CLA, ketika ditanya mengenai izin Sentul Paradise Park mengatakan, “dari pihak kami sudah mengantongi izin tersebut, diantaranya; NIB, Izin Lokasi, SIUP, dan TDUP yang dikeluarkan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, atas nama pemegang izin Kostra Baladhika.

Namun selama ini lanjutnya, bukan dari pihak kami yang mengelolanya, sehingga pengelolaan yang dilakukan oleh Triyono Cs diduga Ilegal, yang mana kemarin telah disampaikan Camat pada pertemuan di aula Kecamatan Babakan Madang, dan juga menyampaikan adanya indikasi pungutan liar. Dimana hal tersebut sudah masuk keranah Polres Kabupaten Bogor. Selain itu, belum lama ini Curug Bidadari yang dikelola oleh “Triyono Cs” telah memakan korban sampai hilangnya nyawa pengunjung seorang anak dibawah umur Pada, Minggu (2/8/20). Kami meminta kepada pihak terkait agar segera mengusut dan memperoses atas kejadian tersebut, dimana mereka harus mempertanggungjawabkan csecara hukum,” papar Hanfi Fajri

Penulis : Zul/Tim
Editor : Bonding cs