Beranda HUKRIM Diduga Sebagai Kurir Narkoba, Dua Orang IRT Diamankan Satnarkoba Polres Lamandau

Diduga Sebagai Kurir Narkoba, Dua Orang IRT Diamankan Satnarkoba Polres Lamandau

220
0
BERBAGI

Lamandau, Kalteng – Dua orang Ibu Rumah Tangga (IRT) Inisial GA (42) dan TS (40) asal Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diamankan Satuan narkoba (Satnarkoba) Polres Lamandau, diduga kurir Narkotika jenis sabu dari Kalimantan Barat (Kalbar).

Pada hari Selasa 20/12/2022 anggota Satnarkoba yang dipimpinan langsung Kasat Narkoba Iptu Aditya Arya Nugroho S. Tr.K., melaksanakan kegiatan Lidik di jalan Trans Kalimantan kilometer 18.

Mendapatkan Informasi dari masyarakat, bahwa ada kendaraan roda empat warna hitam merek daihatsu ayla diduga menguasai, menyimpan atau memiliki Narkotika yang berangkat dari Kalbar menuju Kalteng,” kata Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiono S.I.K dalam press release, Senin (26/12/2022).

Lanjutnya, dari informasi tersebut anggota Satresnarkoba menghentikan roda empat yang dicurigai dan melakukan penggeledahan serta pemeriksaan.

“Hasil penggeledahan didapati dua kaus kaki berwarna pink putih yang tersimpan dalam saku jok penumpang sebelah kiri sopir yang didalamnya terdapat plastik klip putih warna bening ukuran sedang berisikan butiran kristal yang diduga narkotika golongan satu jenis sabu yang dibungkus plastik warna hitam total berat bersih 190,41 Gram,” kata Bronto.

Selain narkoba jenis sabu kata Bronto petugas juga menemukan satu buah rangkaian alat hisap (bong) yang tersimpan di lantai mobil bagian tengah sebelah kanan.

“Satresnarkoba pun langsung mengamankan orang beserta barang bukti tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Kapolres Lamandau.

Kapolres Lamandau menjelaskan, adapun barang bukti yang berhasil diamankan satu buah handphone merk samsung, roda empat warna Hitam merek daihatsu ayla nomor polisi KH 1864 TE, dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) No. Pol. KH 1864 TE atas nama Mugi Anges Listia Nophy.

“Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan Polres Lamandau menetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO) inisial F dan C, yaitu orang yang menyuruh untuk membeli sabu,” jelasnya.

Kapolres Lamandau menegaskan, atas perbuatannya pasal yang disangkakan, Pasal 114 Ayat (2) JO Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan denda minimal Rp 1.000.000.000,. dan maksimal Rp 10.000.000.000,” tegasnya. (Ikbal/M. Andreyanto).