Beranda HUKRIM Diduga PTK Gunakan Surat Tugas Kadaluarsa Pekerjakan Anak Dibawah Umur

Diduga PTK Gunakan Surat Tugas Kadaluarsa Pekerjakan Anak Dibawah Umur

89
0
BERBAGI

Mesuji, (faktahukum.co.id) – Penyalur Tenaga Kerja (PTK) atau Calo tenaga Pekerja Rumah Tangga (PRT) Marwiyah (56) warga Desa Gedung Boga Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung diduga sebagai calo/penyalur tenaga kerja tidak memiliki Surat Keterangan (SK) dan Surat Tugas dari CV. maupun PT.

Hal ini diungkapkan oleh Lili orang Tua Febri (17) mengatakan,” Ibu Marwiyah (56) membawa anak saya dan di pekerjakan ke Jambi sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT) tidak meminta surat izin ke saya maupun membuat perjanjian,” kata Lili kepada wawak media ini, Sabtu (8/2/20).

Lili mengungkapkan,”Jujur saja saya tidak terima jika prilakunya seperti itu, kalau ada apa-apa dengan anak saya bagaimana pertanggungjawabannya. Apa lagi anak saya masih kecil dan berumur 17 Tahun, dalam waktu dekat ini anak saya tidak dipulangkan akan saya laporkan ke pihak yang berwajib atau penegak hukum,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Selanjutnya Marwiyah selaku Calo atau Penyalur Tenaga Kerja (PRT) mennyampaikan,” Surat Tugas (ST) dan Surat Keterangan (SK) dari perusahaan memang ada,” ucap Marwiyah.

Namun ketika di kroscek ternyata ditemukan Surat Tugas kadaluarsa sejak tahun 2014 dari CV. Sumber Rejeki Perum Milan Regency Blok 8 RT. 08 Kelurahan Bagan Pete Kecamatan Kota Baru Provinsi Jambi penanggung Jawab Riyani.

Marwiyah tidak dapat menunjukkan Surat Tugas dan SK yang baru dari CV. Sumber Rejeki tersebut. Dia diduga penyalur/calo pekerja rumah tangga (PRT) yang tidak sah atau Ilegal.

Diketahui, berdasarkan pasal 68 UU No.13 Tahun 2003 menyebutkan bahwa perusahaan di larang memperkerjakan anak dibawah umur.

“Pengusaha di larang memperkerjakan anak di bawah umur, yang berdasarkan ketentuan adalah anak yang usianya di bawah 18 Tahun. Ancaman bagi pengusaha atau perusahaan yang masih memperkerjakan anak yang belum berusia 18 Tahun adalah pidana penjara paling singkat 1 (satu) Tahun dan paling lama 4 (Empat) Tahun” bunyi pasal 68.

Pelaku pun dapat dikenakan denda paling sedikit Rp. 100 juta dan paling banyak Rp. 400 juta sehingga jelas memperkerjakan anak di bawah umur dapat di pidanakan.

Penulis: Budi Rahayu Editor: Adunk