Lihatlah Ini
Lihatlah Ini
HUKRIMPERISTIWAPOLITIK

Diduga Lakukan Aksi Penganiayaan, Oknum Caleg Gerindra Kota Bekasi Dipolisikan

×

Diduga Lakukan Aksi Penganiayaan, Oknum Caleg Gerindra Kota Bekasi Dipolisikan

Sebarkan artikel ini
Resmi, RE dilaporkan korban ke Polres Metro Bekasi Kota. (Istimewa)
Resmi, RE dilaporkan korban ke Polres Metro Bekasi Kota. (Istimewa)

KOTA BEKASI – Setelah terjadi dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh RE, Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Bekasi dari Partai Gerindra daerah pemilihan (Dapil) 3 Kota Bekasi. Korban atas nama Nur Amalia Nasution resmi melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polres Metro Bekasi Kota, Minggu (25/2/2024) malam.

Dari informasi yang dihimpun Fakta Hukum dari sumber terpercaya, laporan dugaan penganiayan yang terjadi di luar gedung kesenian, Situgede, Rawalumbu, Kota Bekasi tersebut, diterima oleh Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor : LP/B/423/II/2024/SPKT.SAT RESKRIM/POLRES METRO BEKASI KOTA/PMJ tertanggal 25 Februari 2024.

↓↓ Gulir untuk Melanjutkan ↓↓
Pasang Iklan Disini

Dalam surat laporan polisi (LP) itu disebutkan, Korban berikut saksi sebanyak 3 orang yang bertugas sebagai saksi Partai Gerindra di Dapil 3, tengah berada dalam kegiatan penghitungan suara di Tempat Kejadian Perkara (TKP), sesuai dengan mandat yang diterima oleh korban.

BACA JUGA :   Curi Celana Jeans, Aksi Komplotan Pencuri di Bekasi Terekam CCTV

Ketika dalam perjalanan perhitungan suara, ada pihak lain yang tidak terima serta memaksa agar korban menerima saksi dari pihak tersebut. Namun karena saksi tersebut tidak mendapatkan mandate dari partai, maka saksi yang diusulkan tidak bisa masuk ke dalam ruangan perhitungan suara.

Nur Amalia Nasution saat melaporkan kejadian yang menimpanya di Mapolres Metro Bekasi Kota. (Istimewa)

Hal tersebut, membuat RE marah dan diduga melakukan aksi penamparan serta memiting korban, hingga kerudungnya terlepas, sembari RE mengatakan kalimat ‘Kamu Siapa kamu siapa’. Untung saja ada petugas lainnya, sehingga kejadian tersebut bisa segera dilerai.

Faktahukum on Google News