Lihatlah Ini
Lihatlah Ini
HUKRIMTNI - POLRI

Diduga Ilegal, Pabrik Miras di Tengah Hutan Sukamara Diresahkan Warga

×

Diduga Ilegal, Pabrik Miras di Tengah Hutan Sukamara Diresahkan Warga

Sebarkan artikel ini
Puluhan Drum berisi Bahan Baku pembuatan arak di lokasi.

Sukamara, Kalteng –  Sebuah pabrik minuman keras (miras) jenis arak yang terletak di Desa Karta Mulya, Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diduga illegal dan diresahkan oleh warga setempat.

Seperti halnya yang diungkapkan oleh seorang warga setempat yang namanya tidak mau disebutkan mengaku resah dengan adanya pabrik miras yang terletak di dalam hutan tersebut.

↓↓ Gulir untuk Melanjutkan ↓↓
Pasang Iklan Disini

bahkan menurutnya, diduga ada oknum yang membekingi sehingga pihak kepolisian setempat seakan tutup mata untuk memberantas pabrik yang diduga illegal itu.

”Kami meminta pihak penegak hukum Polres Sukamara untuk menindak tegas pabrik arak tersebut, walaupun ada oknum yang membekingi, jangan sampai hukum tajam kebawah tumpul keatas. Pada siapa lagi kami mengadu selain kepada penegak hukum dan hanya pada media kami bisa bicara apa adanya,” katanya pada awak media, Selasa (28/11/2023) kemarin.

BACA JUGA :   Tim Gabungan Pastikan Keamanan Ibadah Natal di Garut

Seakan ingin mengelabuhi dan bersembunyi dari para petugas penegak hukum, lokasi pabrik miras tersebut, berada di dalam hutan yang tidak jauh dari areal perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sampoerna. Untuk sampai menuju pabrik miras tersebut, harus menempuh kurang lebih puluhan kilometer dari Jalan Utama antara Kabupaten Sukamara dan Kotawaringin Barat (Kobar).

Di lokasi, awak media yang tengah melakukan penelusuran pabrik miras itu, ditemukan puluhan drum tempat penampungan yang masih berisi bahan baku pembuatan arak.

Saat dikonfirmasi awak media, AG (50) salah seorang pekerja di Pabrik Miras tersebut menjelaskan, pabrik pengolahan arak ilegal ini milik inisial HO.

“Saya cuma hanya pekerja pembuat arak itu saja, dan  diberi upah sama pemilik pabriknya satu kali produksi kurang lebih 65 drijen, per-dirjen berisikan kurang lebih 18 liter,  dan saya mendapatkan upah Rp 3,5 juta,” ungkap AG kepada awak media.

BACA JUGA :   Kades Benangin I Diduga Korupsi, Warga Lapor ke Penegak Hukum

“Untuk pengambilan hasil miras jenis arak tersebut ke pabriknya adalah inisial pak de, sopir HO itu sendiri, mengunakan mobil jenis Dump truk, terkadang pakai pick up,” terang AG.

Usai melakukan investigasi terkait permasalahan dengan adanya aktifitas pabrik miras ilegal jenis arak ini, salah seorang tim investigasi mengkonfirmasi Pejabat (PJ) Bupati Sukamara melalui pesan via WhatsApp, namun tidak mendapatkan tanggapan.

Sementara itu Kasatpol PP Sukamara, Ilham Masora, melalui pesan Via WhatsApp mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan lembaga terkait. “Akan kordinasikan terlebih dahulu kepada lembaga terkait,” paparnya.

Dilain tempat, Iptu Adhi Haris Susanto, Kasatreskrim Polres Sukamara mengaku akan melakukan penyelidikan lelebih lanjut. “Akan kami lidik lebih lanjut,” pungkasnya. (Andreyanto)

Faktahukum on Google News
Example 120x600
error: Maaf Dilarang Copy Paste !!