Lihatlah Ini
Lihatlah Ini
KESEHATANPERISTIWA

Diduga Gegara Konsumsi Obat dari Apotek Manjur, Seorang Warga Setia Asih Kritis

×

Diduga Gegara Konsumsi Obat dari Apotek Manjur, Seorang Warga Setia Asih Kritis

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN BEKASI – Diduga gara-gara konsumsi obat tanpa merek dari Apotek Manjur yang berada di Jalan KH Ahmad Junaidi No. 29 Kp. Penggarutan RT 01 RW 08 Kelurahan Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Misar (69) warga Kp. Sawah, Setia Asih, kondisi kesehatannya memburuk dan kritis.

“Ia bapak saya kan sakit ada benjolan di tengkuk leher bagian belakang, setelah minum obat dari Apotek Manjur, malah perutnya bermasalah sampai gak bisa buang air besar 10 hari, dan sekarang dirawat intensif di rumah sakit,” kata Ani (24) anak dari Misar, kepada media Fakta Hukum, Selasa (21/11/2023).

↓↓ Gulir untuk Melanjutkan ↓↓
Pasang Iklan Disini

Dia megungkapkan rasa kekecewaannya atas pembelian obat-obatan di Apotek Manjur yang harganya selangit, namun tidak berdampak baik untuk kesehatan orang tuanya, malah justru kesehatan semakin memburuk.

BACA JUGA :   Tim Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Kabupaten Bekasi

“Satu kali nebus obat itu hampir enam ratus ribuan, beberapa macam jenis obat tanpa merek dan saya disaranin suruh sampai 7 kali nebus, baru aja lima kali nebus, bapak saya drop kesehatannya memburuk,” ungkap Ani dengan nada kecewa.

Lebih lanjut, Ani menegaskan, dirinya dan keluarga besarnya sangat kecewa atas kejadian yang menimpa orang tuanya yang saat ini harus dirawat intensif di rumah sakit.

“Kami keluarga besar merasa sangat kecewa atas kejadian ini, gara-gara obat yang dibeli dari Apotek Manjur, orang tua kami sakitnya semakin parah, hingga harus di rawat intensif di rumah sakit,” tandasnya.

Sementara itu, ketika di konfirmasi dan klarifikasi oleh faktahukum.co.id, Irawati selaku pemilik Apotek Manjur mengatakan, obat yang diberikan kepada Misar, merupakan obat yang tidak berbahaya.

BACA JUGA :   Mampir ke Kampung Ceger, Caleg PKS Teti Lestari Ingin Mendirikan Pusat Oleh-oleh Khas Bekasi

“Obat yang kami berikan ini obat yang tidak berbahaya ya, kalau obat sih gak ada yang terlalu ini ya, keras atau apa, mungkin dari efek lambung saja sih,” kata Irawati, Selasa (21/11/2023).

Menurutnya, dalam mengkonsumsi obat, setiap orang mempunyai efek dan dampak tertentu, tergantung dari imunitas yang dimiliki oleh orang tersebut.

“Jujur aja ya, ini (obat yang diberikan kepada Misar) tidak mengandung anti biotik, jadi aman, kadang-kan setiap individu orang imunnya berbeda-beda ya, pas mungkin lagi imunnya lagi gak bagus, jadi seperti itu ya, obatnya gak ada yang berbahaya sih, aman,” imbuhnya.

Ketika ditanya soal pengecekan kesehatan sebelum menentukan jenis obat yang berikan dan nama jenis obat Irawati menjawab, dirinya sudah mengecek beberapa tes kesehatan sebelum memberikan obat yang dirasa pas.

BACA JUGA :   Meski Sempat Diprotes Warga, Proses Pemungutan Suara di Kedung Jaya Berjalan Kondusif

“Cek tensi, kolesterol, pastilah pertama kali, itu pastilah sebagai awal, gak sembarangan memberikan (obat),” tegasnya.

Dalam pengakuannya ada enam jenis obat yang diberikan, diantaranya Rantin, Trovensis, Lansoprazol, Cefixim, Sanexon, Mecopal dan satu jenis obat kapsul berupa racikan bajakan yang dikemas dalam wadah putih tanpa merek yang berfungsi menjaga kekebalan tubuh.

“Dari jenis obat yang diberikan itu gak ada yang signifikan saya berani jamin seratus persen, gak ada yang membahayakan, termasuk yang racikan jenis bajakah, untuk kekebalan tubuh, ada BPOM-nya,” pungkasnya. (Red)

Faktahukum on Google News
Example 120x600
error: Maaf Dilarang Copy Paste !!