Beranda HUKRIM Diduga Cabuli Cucunya, Seorang Kakek Digelandang Warga ke Kantor Polisi

Diduga Cabuli Cucunya, Seorang Kakek Digelandang Warga ke Kantor Polisi

159
0
BERBAGI

Pandeglang-Banten, (faktahukum.co.id) – Seorang kakek berinisial S (70) digelandang oleh warga ke kantor Polisi, lantaran diduga mencabuli anak di bawah umur berkali-kali.

Pelaku sendiri adalah kakek tiri dari korban, Bunga (13) nama samaran, pelaku tersebut pun tak berkutik saat digelandang ke Polsek Saketi oleh masyarakat untuk diserahkan ke Mapolres Pandeglang, mempertanggung jawabkan perbuatan bejatnya. Senin (15/2/21).

Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan, kejadian cabul tersebut berawal, sejak korban duduk di kelas satu SD dan terus berulang-ulang sampai korban berumur 10 tahun dan berada dikelas empat SD, korban diancam akan diusir dan akan dibunuh jika korban menolak permintaan tersangka.

“Korban dicabuli sejak kelas satu SD karena korban yang tinggal serumah dengan kakek tirinya dan korban selalu diancam jika menolak hasrat bejat kakek tirinya tersebut,” kata Kapolres Pandeglang.

Penangkapan tersangka berawal saat korban yang berhasil melarikan diri, karena sudah tidak tahan dengan perlakuan bejat pelaku, korban kabur dari rumah ke ketua Rt untuk melaporkan bahwa dirinya sering dicabuli oleh kakek tirinya, selanjutnya ketua Rt berkoordinasi dengan Kepala Desa dan melaporkan ke Polsek Saketi.

Warga yang geram langsung mendatangi rumah tersangka, dan membawanya untuk diserahkan ke Polsek Saketi.

“Setelah berkordinasi akhirnya masyarakat menyerahkan tersangka ke Polsek Saketi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan Polsek Saketi menyerahkan ke unti PPA Satreskrim Polres Pandeglang untuk penyidikan lebih lanjut,” ujar Kapolres Pandeglang.

Barang bukti yang berhasil diamankan
satu potong baju lengan panjang warna pink, bermotif bulat-bulat, satu potong celana trening warna abu-bau dengan lis warna biru,
satu potong celana dalam warna pink bergambar kartun jerapah, satu potong bra warna Kuning, dan telah dilakukan visum terhadap korban.

Dengan kejadian yang sangat memprihatinkan ini besar harapan kami dari Kepolisian, agar peran orang tua maupun keluarga lebih extra memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya.

“Terutama sebagai orang tua, harus bisa melihat dan menangkap setiap perubahan tingkah laku anak, sehingga sedini mungkin dapat mengetahui kejadian yang menimpa anak-anak kita,” pungkas Hamam Wahyudi.

Penulis: Putra.    Editor: Ade’M.