Beranda RAGAM DAERAH Diduga ASN Tidak Netral API Gelar Unjuk Rasa di Kantor Kecamatan Saketi

Diduga ASN Tidak Netral API Gelar Unjuk Rasa di Kantor Kecamatan Saketi

402
0
BERBAGI

Pandeglang-Banten, (faktahukum.co.id) – Aliansi Peduli Independen (API) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kecamatan Saketi, terkait dugaan tidak netralnya Aparatur Sipil Negara (ASN) jelang Pilkada 2020 di Pandeglang. Selasa (24/11/20).

Fikri, selaku Kordinator Lapangan (Korlap) mengatakan, dalam releasenya, ASN haram berpolitik dan wajib netral,” kata Fikri.

ASN adalah jenis manusia terdidik, bukan orang pandir yang tidak mengerti aturan dan abaikan sumpah jabatan, ingkar pada sumpah jabatan, ingkar pada apa yang sudah ditetapkan itu adalah pelecehan terhadap Institusi kepegawaian.

“Anda bekerja untuk negara sebagai pelayan masyarakat, keluarga anda dinafkahi dari keringat masyarakat yang patuh membayar pajak. Bukan oleh para tuan elit politik, anda beserta keluarga dihidupi,” tutur Fikri.

Ia menambahkan, jangan memperbudak diri dengan mengikuti perintah politisi untuk terlibat dalam arena politik.

“Sungguh naif sebagai orang terdidik, jika anda memilih menanggalkan kehormatan dari pada melepaskan diri dari perbudakan,” papar Fikri.

Dalam gerakan moral ini API mengajak kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Pandeglang, untuk kembali ke jalan yang benar, dengan cara sederhana yaitu, patuhi aturan dan patuhi aturan, cukup patuhi aturan untuk tetap netral.

API juga menyampaikan beberapa tuntutan dalam aksinya sebagai berikut:

1. ASN tetap fokus mengutamakan pelayanan prima kepada masyarakat, di tengah elemen lain terlibat  hiruk pikuk gelaran pilkada.

2. ASN wajib menjaga netralitas selama gelaran pilkada berlangsung, tidak mendukung calon kepala daerah manapun, yang sedang bertarung.

3. ASN dilarang menyalah gunakan wewenang dan jabatan untuk menguntungkan pasangan calon kepala daerah manapun, baik dalam bentuk program maupun kegiatan, terutama program jaring pengaman sosial den pengendalian Covid-19.

4. Pjs Bupati Pandeglang, terkhusus Camat Saketi harus mengultimatum ke seluruh ASN  dan atau  perangkat kecamatan dan aparatur desa, untuk jangan coba-coba dalam arena politik praktis.

Diakhir, API mengajak masyarakat untuk sama-sama mengawal pemilu ini berjalan demokratis tanpa campur tangan oknum ASN yang melacurkan diri di arena politik untuk mencari jabatan,” tutup Fikri, dalam Rilis tertulisnya.

Sementara Camat, Kecamatan Saketi, Hasan Bisri, saat  dikonfirmasi dan klarifikasi oleh media faktahukum.co.id, mengatakan,  Alhamdulilah, hasil pertemuan di ruang rapat yg dihadiri unsur Muspika, Panwascam dan perwakilan Kades telah dilaksanakan, Fakta integritas netralitas ASN,” tutur Hasan.

Ia menambahkan, sementara untuk usulan pelepasan foto Bupati dan Wakil Bupati di ruang kerja Camat, saya akan konsultasikan dulu kepada pimpinan, karena saya rasa  bahwa foto di ruang kerja bukan masuk alat peraga kampanye.

“Adapun foto Bupati dan Wakil Bupati di baliho Covid-19, sementara waktu akan ditutup fotonya,” pungkas Hasan.

Penulis: Putra.   Editor: Ade’ M.