Beranda HUKRIM Diantar Orang Tua, DPO Pemerkosa Gadis Disabilitas Menyerahkan Diri

Diantar Orang Tua, DPO Pemerkosa Gadis Disabilitas Menyerahkan Diri

141
0
BERBAGI

Makassar-Sulsel,(faktahukum.co.id) – Pelarian Angga Saputra alias Robert, pelaku pemerkosaan anak dibawah umur dan penyandang disabilitas, inisial AN, di Kota Makassar, akhirnya terhenti. Pria berusia 24 tahun itu menyerahkan diri di Posko Resmob Polda Sulsel di Jalan Hertasning, Kota Makassar, Sulsel, Jumat (22/1/21), dini hari.

Pelaku diantar orang tuanya mendatangi Posko Resmob, bermaksud menyerahkan diri. Jadi sekarang, dia sudah diamankan, kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sulsel, Kompol Supriyanto kepada FHI, Jumat (22/1/21).

AS merupakan satu dari ketiga pelaku pemerkosaan terhadap AN, gadis disabilitas di Makassar. AS sebelumnya sempat melarikan diri, sehingga dia masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pelaku diantar orang tuanya mendatangi Posko Resmob, bermaksud menyerahkan diri.

“Ada tiga pelaku dan salah satunya AS. Sebelumnya, kami sudah menangkap, dua pelaku lainya di Jalan Moh Yamin, lanjut Supriyanto.

Dijelaskan, AS terlibat pemerkosaan gadis disabilitas itu. Dia berperan sebagai perekam video saat pelaku menyetubuhi korban di salah satu rumah kosong.

“Peran AS ini, sebagai perekam video,” tambahnya.

Kasus pemerkosaan anak penyandang disabilitas ini dilaporkan langsung oleh ibu kandung korban. Menurut pelapor, mulanya anaknya dijemput oleh salah satu terduga pelaku berinisial W. Kemudian, anaknya dibawa ke salah satu tempat dan kemudian di perkosa secara bergiliran.

Saat korban di pulangkan ke rumah dalam keadaan menangis. Kemudian, di tanyakan ke ibunya kalau sudah di perkosa,” jelas dia.

Atas laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan. Dan kurang dari 12 jam, dua pelaku tertangkap.

Di hadapan petugas, pelaku mengakui telah memperkosa korban secara bergiliran. Selain itu, para pelaku juga merekam video hanpdhone saat menyetubuhi korban. Tak tanggung-tanggung, video porno terdapat lima buah dengan durasi 12 menit 21 detik.

Video tersebut dikirimkan kepada orang tua korban, dan melakukan pemerasan terhadap orang tua korban, meminta uang tebusan Rp 5 juta. Apabila tidak diberi akan menyebarkan video-video di Medsos,” jelas dia.

Saat ini, ketiga pelaku telah diamankan di Polrestabes Makassar. Atas perbuatannya, mereka disangkakan dengan Pasal 76 E Ayat (2) Sub Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang nomor No. 35 tahun 2014, Tentang Peradilan Anak Jo pasal 285 KUHPidana.

Penulis : Ahmad. Editor: Ade’M.