Beranda POLITIK Dianggap Cederai Demokrasi, PMII Labuhanbatu Demo Tolak UU MD3

Dianggap Cederai Demokrasi, PMII Labuhanbatu Demo Tolak UU MD3

621
0
BERBAGI

Labuhanbatu, Sumut, (faktahukum.co.id) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kab. Labuhanbatu menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Labuhanbatu. Kamis, (08/03/2018) silam.

Dalam aksi unjuk rasa yang berjalan damai tersebut, PMII berorasi menolak pada pasal-pasal yang bertentangan dengan revisi Undang-Undang MPR, DRP, DPD, DPRD (MD3) yang dianggap menciderai demokrasi.

Selain orasi, mahasiswa yang tergabung dari berbagai perguruan tinggi tersebut juga mengumpulkan tanda tangan (petisi-Red) terhadap penolakan terhadap UU MD3.

Ketua PMII Cabang Labuhanbatu, Adam Jordan Simanjuntak yang didampingi koordinator lapangan, Arizal Siagian dan koordinator aksi, Syukurian dan khairil anwar dalam orasinya menolak  UU MD3. Menurut mereka, regulasi tersebut akan mengekang kebebasan masyarakat untuk mengkritisi kinerja DPR dan DPRD. “Kami menolak UU MD3 yang baru, karena akan menciderai demokrasi,” kata Adam Jordan Simanjuntak.

Diterangkan, dalam UU MD3 jika ada yang menghina anggota DPR akan dijemput paksa oleh pihak berwajib. Menurutnya, jika kritis dianggap menghina, maka akan sulit bagi masyarakat untuk menilai kinerja dewan. “Sejumlah pasal dalam undang-undang itu berpeluang mengkriminalisasi rakyat,” katanya.

Aksi itu diterima oleh Anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Hj. Ellya Rosa dan akan dibahas dimeja komisi A. (Alwi Azzahi Hsb).