Beranda RAGAM DAERAH Deteksi Dini Kesehatan Jiwa, Dinkes Gelar Pertemuan Lintas Sektoral

Deteksi Dini Kesehatan Jiwa, Dinkes Gelar Pertemuan Lintas Sektoral

36
0
BERBAGI

Barito Utara, Kalteng – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara (Dinkes Barut) menggelar kegiatan pertemuan koordinasi Lintas Sektoral pendampingan Skrining/Deteksi Dini Kesehatan Jiwa, di Convention Hall Armani Hotel, Rabu (16/11/2022).

Kegiatan pertemuan tersebut dibuka Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara H Siswandoyo dan dihadiri narasumber dari Subdit Kementerian Kesehatan Direktorat Kesehatan Jiwa diantaranya, dr Edward Idul Riyadi, Dyah Santika dan Dody Arli P, Kasi Dinkes Provinsi Kalteng Bidang P2P Yulka Susana, Sekretaris Dinkes Pariadi serta undangan lainnya.

“Kesehatan mental merupakan sama halnya dengan kesehatan fisik bagi manusia.
Dengan sehatnya mental seseorang maka aspek kehidupan yang lain dalam dirinya akan bekerja secara lebih maksimal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Siswandoyo.

Selain itu katanya, kesehatan mental yang baik untuk individu merupakan kondisi dimana orang tersebut terbebas dari segala jenis gangguan jiwa.

“Secara normal, dalam menjalankan hidup dapat menyesuaikan diri untuk menghadapi masalah-masalah yang mungkin ditemui sepanjang hidup,” ucapnya.

Menurut WHO, kata Siswandoyo kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stress kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan.

Diungkapkannya, dewasa ini masalah kesehatan jiwa semakin mendapat perhatian masyarakat dunia.

“Satu atau lebih gangguan jiwa dan perilaku dialami oleh 25 persen dari seluruh penduduk pada suatu masa dari hidupnya,” imbuhnya.

Ditambahkannya, World Health Organization (WHO) menemukan bahwa 24 persen pasien yang berobat ke pelayanan kesehatan primer memiliki diagnosis gangguan jiwa.

“Gangguan jiwa yang sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer diantaranya adalah depresi dan cemas, baik sebagai diagnosis terdiri maupun komorbid dengan diagnosis fisiknya (World Health report 2001),” tukasnya. (@lie/Tim).