Beranda KESEHATAN Covid-19 Mengganas, di Makassar Jam Malam Diperpanjang

Covid-19 Mengganas, di Makassar Jam Malam Diperpanjang

416
0
BERBAGI

Makasar, (faktahukum.co.id) – Kasus penyebaran Covid-19 di Kota Makassar, Sulsel, makin mengganas. Rata-rata jumlah kasus perhari, sebanyak 300 kasus. Akibatnya, pemerintah terpaksa perpanjang jam pembatasan operasional di malam hari.

Ketua Tim Epidemiologi Penanggulangan Covid-19 Makassar, Ansariadi mengatakan, libur panjang akhir tahun kembali dapat menjadi salah satu pemicu kenaikan kasus positif Covid-19 di Makassar. Oleh karena itu, langkah pembatasan jam operasional harus diperpanjang seminggu kedepannya.

Pembatasan jam operasional sebelumnya akan berakhir, Minggu 3 Januari 2021 atau hari ini. Tapi, karena belum ada penurunan kasus, maka diperpanjang hingga tanggal 11 Januari nanti.

“Ada potensi dari libur panjang saat ini, kami merekomendasikan untuk dilakukan perpanjangan batas jam operasional. Yah, selama seminggu,” kata Ansariadi, Minggu 3 Januari 2021.

Dalam pembatasan jam operasional ini, Cafe, Mal, Restoran atau rumah makan dan Warkop diminta atau hanya diizinkan buka hanya sampai pukul 19.00 WITA.

Ini mulai berlaku, Senin 4 Januari hingga 11 Januari 2021, mendatang. Sementara itu, pemerintah juga meminta tempat-tempat wisata di Makassar agar tidak dibuka atau penutupan diperpanjang.

“Pembatasan jam operasional sebelumnya akan berakhir, Minggu 3 Januari 2021 atau hari ini. Tapi, karena belum ada penurunan kasus, maka diperpanjang hingga tanggal 11 Januari nanti,” tambahnya.

Berdasarkan jumlah kasus perhari, sebut Ansariadi, rata-rata sebanyak 300 kasus, sementara kasus dalam seminggu terdapat 2.000 kasus. Sehingga untuk melihat efek dari libur akhir tahun ini, perpanjangan pembatasan jam operasional pun terpaksa harus dilakukan.

“Setelah libur panjang terjadi peningkatan. Kalau sekarang belum kelihatan efeknya, nanti kita lihat seminggu kedepannya,” terangnya.

Sementara itu, berdasarkan data update perkembangan info situasi Covid-19 Sulsel, tercatat terdapat 595 kasus dengan 3.660 spesimen yang diperiksa. Artinya, Rt 1,07. Kejadian inipun di 21 Kabupaten/Kota yang dominan adalah Makassar 376, Gowa 50 dan Sinjai 36 kasus.

Penulis : Ahmad.      Editor: Ade’ M.