Beranda RAGAM DAERAH BPBD Agam Lakukan Simulasi Bencana Gempa Ke Sekolah – sekolah

BPBD Agam Lakukan Simulasi Bencana Gempa Ke Sekolah – sekolah

754
0
BERBAGI
Arahan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam kepada para siswa

Agam, Sumbar, (faktahukum.co.id) – Dalam memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2018 , Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam kembali melakukan kegiatan simulasi bencana gempa bumi ke sekolah-sekolah di Agam. Sabtu, (24/3/2018) silam.

Kepala pelaksana BPBD Agam, M. Lutfi bersama Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan Yunaidi S menyatakan bahwa kegiatan HKB 2018 tahap sekolah diawali 6 sekolah di Lubuk Basung yakni SMPN 1, SMPN 2 dan SMPN 3 Lubuk Basung yang dilaksanakan sejak Jumat, (23/03/2018) silam. Sementara itu, untuk di tingkat Sekolah Dasar (SD) yakni SD N 01 Balai Ahad, SD N 05 Simpang Tigo dan SD 63 Lubuk Basung, dilaksanakan pada Sabtu, (24/03/2018) kemarin.

Simulasi yang dipandu tim evakuasi BPBD Agam tersebut bertujuan untuk meminimalisir dampak bencana yang terjadi terutama dikalangan pelajar. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan peringatan dan pelajaran kepada para siswa dan guru, terkait bagaimana cara penanggulangan bencana gempa jika terjadi di suatu wilayah saat anak berada di sekolah. Apalagi Kabupaten Agam merupakan daerah rawan bencana.

M. Lutfi menjelaskan, sesuai Undang-undang Nomor 24 tahun 2017 tentang penanggulangan bencana, maka kegiatan tanggap darurat di laksanakan bukan hanya oleh BPBD, tapi juga melibatkan semua unsur yang ada, termasuk siswa dan guru. “Kita hanya memfasilitasi, untuk tanggap darurat tentunya semua unsur dilibatkan, termasuk siswa dan guru sebagai masyarakat sekolah,” jelasnya.

Ditambahkan Lutfi, dalam apel gabungan di masing-masing sekolah, pihaknya menjelaskan bagaimana tindakan yang harus dilakukan oleh setiap siswa dan guru saat terjadinya bencana.

Sementara itu, Kabid PK Yunaidi S berharap disetiap sekolah dapat dibentuk kelompok siaga bencana sekolah. Nantinya dapat berkolaborasi dengan kegiatan ekstrakurikuler seperti PMR dan Pramuka yang aktifitasnya membantu temannya saat terkena dampak gempa dan bencana lainnya di sekolah. (Zamzami)