Beranda ARTIKEL Berani Melangkah, Jaga Kelestarian Marwah Banten Tetap Menjadi Darussalam

Berani Melangkah, Jaga Kelestarian Marwah Banten Tetap Menjadi Darussalam

335
0
BERBAGI

Oleh: Ki Iding

Mengais rezeki untuk mendapatkan kekayaan agar hidup sejahtera, syukur-syukur bisa sentosa, apalagi sampai makmur, tidak berdampak negatif bagi lingkungan, bahkan berefek positif.

Mencari nafkah itu hak setiap makhluk hidup agar tenggorokan tetap basah dan perut ada isinya. Ini kebiasaan hewani baik itu binatang atau Manusia.

Mencari nafkah hampir tidak bergerak negatif, apalagi dianggap melakukan perlawanan terhadap kekuasaan dan kekuatan tertentu, apalagi hanya untuk sekedar makan dan dengan cara yang halal, serta tidak merusak lingkungan dan ekosistem.

Manusia hanya mencari nafkah, untuk isi perut dan mendapatkan fasilitas hidup layak, ini baru memenuhi unsur hewani Manusia. Walaupun ada permusuhan, tentu kadarnya sedikit.

Namun, jika ada manusia yang berusaha menegakkan keadilan, menegur pelaku maksiat, menghentikan perusak ekosistem kelestarian alam dan mencegah pelanggaran Kamtibmas, maka pasti sudah berhadapan dengan sikap permusuhan. Hanya ‘PEMBERANI’ yang melakukan ini dan hanya kaum ‘MUSLIHIN’ yang sanggup berdiri tegak diatas jalan ini. Manusia shalih saja tidak cukup.

Banyak orang shalih disekitar kita, namun sangat sulit ditemukan golongan muslihin.

Orang sholih tidak sanggup menegakkan Kamtibmas, dia baik hanya untuk dirinya sendiri, bahkan ada yang masa bodo terhadap lingkungannya. Ibadah dan penjagaan lingkungan dari sumber penyakit Kamtibmas tidak menjadi ranah cara berfikirnya.

Jika isi masyarakat mayoritas diisi hanya orang shalih saja, maka masih ada potensi besar mendatangkan bencana dan adzab Allah Ta’ala. Sebab bencana hadir karena adanya segelintir orang yang maksiat dan menebar kemungkaran.

Anda rajin shalat, namun anda tidak menghentikan penebar kotoran najis ditempat anda shalat, maka shalat anda sia-sia.

Anda rajin zakat namun anda tidak perduli dengan menebarnya praktek riba dan rentenir dilingkungan anda, maka zakat anda tidak murni, sebab masih ada potensi harta haram didalamnya.

Anda rajin shaum, namun anda tak mencegah adanya pungli dan kedzaliman, sehingga mencekik rakyat jelata, maka shaum anda tak berguna.

Amal shalih bagian dari iman yang sulit untuk dipisahkan dari seluruh rangkaian syariat Allah.

Untuk itu, menegakkan amar Ma’ruf harus berbarengan dengan nahi mungkar.

Kepala daerah atau pejabat tingkat pertama di provinsi, kota atau kabupaten, yang sibuk membangun masjid dan madrasah, sementara menutup mata terhadap peredaran miras, narkoba, prostitusi dan perjudian, maka amalnya sia-sia dan hanya mengundang malapetaka dalam kehidupan, bahkan hanya mengundang sifat munafik dan kepura-puraan.

Anda hanya dianggap benar dan diatas jalan lurus dan berefek positif, jika berani menegakkan Kamtibmas dengan cara mencegah setiap sumber penyakitnya.

Berani melangkah untuk perbaikan ummat itu penting dalam menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal yang santun dan Islami.

Banten tanah para ulama dan umaro yang shalih dan Muslih. Mewarisi kearifan lokal ini, hanya bisa digenggam oleh warga Banten yang pemberani.

Gebrak Banten hadir memulai dan membersamai masyarakat untuk ikut serta menegakkan Kamtibmas dan menyingkirkan setiap sumber penyakitnya.

Anda wong Banten atau budak Banten, anda seharusnya bersama ikut andil menjaga kelestarian Marwah Banten tetap menjadi Darussalam. Saya bahagia, maka saya berbagi pencerahan.

Serang, 11 Maret 2021.

Penulis adalah tokoh Banten, Pemerhati Lingkungan Hidup dan Kamtibmas.