Beranda POLITIK Becek, Petugas Hitung Suara Terpaksa Duduki Meja

Becek, Petugas Hitung Suara Terpaksa Duduki Meja

673
0
BERBAGI

Kasongan, Kalteng, (faktahukum.co.id) – Ada kejadian menarik ketika perhitungan suara calon anggota  DPRD Kabupaten  pada TPS 1   daerah pemilihan (Dapil) 1  Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Warga yang begitu antusias ingin mengetahui kandidat yang bakalan  terpilih pada DPRD Kabupaten rela berdiri di depan dinding berisi tempelan nama partai dan nama calon anggota legislatif.

Padahal saat itu malam tanpa ada penerangan cukup. Warga yang “Kepo”  menggunakan lampu HP ketika kelompok panitia pemungutan suara membacakan  nomor partai dan nomor caleg yang tercoblos sontak menyinari nomor partai serta nomor caleg.

“Saya mau tahu siapa saja calon anggota DPRD Kabupaten Katingan yang terpilih,”kata Salomo, Rabu malam (17/04/19).

Meskipun malam semakin larut dan jam menunjukan angka sekira pukul 23.00 wib ternyata tak mampuh untuk membubarkan warga yang terpantau semakin banyak.

Berbeda lagi proses perhitungan suara pada TPS 27 dapil 1 Kabupaten Katingan. Hujan sempat mengguyur selama 15 menit saat pencoblosan membuat lokasi becek. Bahkan ketika perhitungan suara petugas yang mencatat nama dan partai tercoblos terpaksa  duduk pada meja.

Akibat hujan yang terjadi siang membuat becek tempat papan penulisan hasil perhitungan suara. Alhasil petugas  terpaksa duduk pada meja yang semestinya tempat untuk menulis.”Maaf mejanya saya duduki ya,” ucap petugas.

Hasil pemantauan awak media FHI Rabu malam, pada daerah pemilihan 1 untuk beberapa TPS, Jokowi masih menjadi pilihan rakyat dan hampir  mengungguli semua TPS. Sedangkan untuk calon anggota DPR RI nama Sipet Hermanto dan Willy M Yosep  mendapat suara  cukup signifikan.

Untuk Calon anggota DPD RI nama Agustin Teras Narang mendapat tempat pada hati masyarakat dan untuk calon anggota DPRD propinsi nama Duwel Rawing mendominasi pada TPS di Dapil 1.

Yang cukup menarik suara untuk DPRD Kabupaten Katingan, Marwan Susanto mendapat suara cukup siginifikan. Caleg dari PDIP pada  nomor urut  8 ini cukup santer pada tiap tiap TPS selalu mendapat suara berbagi dengan caleg lain Ramba, Gatin Rangkai, Marserius, Sunarti Duwel Rawing serta yang lainnya.

Berdasarkan informasi  terhimpun untuk money politik ternyata masih santer terjadi. Beberapa Caleg bergerilia dengan memberi sejumlah uang berkisar 100 ribu sampai dengan 200 ribu. Meskipun Kapolres Kabupaten Katingan AKBP E. Dharma Bahagia Ginting, SH, S.Ik telah menerbitkan daftar nama-nama 12  caleg yang perlu pengawasan khusus karena terindikasi money politik ternyata tidak menyurutkan langkah caleg dengan beragam modus.

“Kita hanya berusaha mengurangi salah satunya dengan cara pencegahan,”Sebut mantan Kasubdit Tipikor Polda Kalteng ini, belum lama ini.

Upaya Kapolres salah satunya melakukan silurahmi kepada caleg terindikasi money politik.”Saya sampai tidak berani berbuat apa-apa sebab aparat kepolisian bolak balik ke rumah, alasannya siluturahmi tapi membuat kami sungkan. Untuk pileg kali ini saya serahkan kepada hati nurani masyarakat saja,”pungkas seorang petinggi Parpol. (Dany Yus)