Beranda KESEHATAN BBPOM Sumsel Bersama Komisi IX DPR RI, Sosialisasikan Bahaya Bahan Pengawet

BBPOM Sumsel Bersama Komisi IX DPR RI, Sosialisasikan Bahaya Bahan Pengawet

154
0
BERBAGI

Pagaralam-Sumsel, (faktahukum.co.id) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Republik Indonesia wilayah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), bersama anggota Komisi IX DPR RI lakukan sosialisasi kepada masyarakat, terkait tentang bahaya makanan yang berbahan pengawet.

Acara tersebut bertempat di Gedung Pertemuan Kampus Lembah Dempo Kota Pagaralam, Sabtu (1/5/21).

Beberapa tehnik untuk mendeteksi makanan yang mengandung bahan pengawet, secara detail dijelaskan kepala Balai Besar POM Sumsel Drs Martin Suhendri Apt M Farm, terkait perihal makanan yang mengandung Formalin, Borax serta bahan kimia lainya .

“Pengaruh makanan yang sudah Expired atau kadaluarsa jika masuk ke tubuh kita, pengaruhnya sangat berbahaya bagi tubuh manusia, diantaranya dapat menyebabkan Kanker, Kebocoran pada Ginjal, Diabetes serta penyakit kronis Lainya,” katanya.

“Seperti memasukan sayuran dan makanan kedalam Presher atau Kulkas, jika tidak di sterilkan atau dibersihkan terlebih dahulu akan menyebabkan pengaruh pembusukan dan penumpukan bakteri pada titik makanan tersebut, hal ini juga yang sangat jarang disadari oleh masyarakat,” lanjutnya.

Melalui kegiatan ini, Martin berharap, para peserta dapat memahami dan menceritakan kepada kekeluarganya atau tetangganya tentang materi yang di sampaikannya.

“Setidaknya, dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat bisa memahami akan bahayanya kandungan bahan makanan yang memakai formalin, borax atau bahan pengawet lainnya yang di campurkan ke dalam makanan, dapat menyebabkan Ginjal kita menjadi Bocor serta dapat menimbulkan penyakit kronis lainnya,” paparnya.

Martin juga menyarankan, jika menemukan para pedagang yang nakal masih mengunakan bahan pengawet seperti Borax dan Formalin, masyarakat dapat melaporkan hal tersebut ke nomor Pengaduan 15000333.

Komisi IX DPRI Ir. Sri Melyana, dari Komisi yang membidangi tentang program kesehatan masyarakat, dirinya menjelaskan, dalam penerapan pola kehidupan yang baik, yaitu meninggalkan yang tidak baik atau tidak bermanfaat, serta melakukan dan menerapkan hal-hal yang bermanfaat di dalam kehidupan sehari-hari.

“Masyarakat yang menjadi peserta dan telah mengikuti kegiatan ini, bisa menjadi agen di lingkungan tempat tinggalnya, serta memberitahukan kepada orang lain tentang bahaya makanan yang memakai bahan pengawet. Seperti bahan makanan yang mengunakan pewarna sintetis,” ajaknya.

Ia pun berharap, agar masyarakat bisa menerapkan pola hidup sehat di lingkungannya masing-masing,” pungkas
Ir Sri Melyana kepada awak media.

Penulis : Alian
Editor : Bonding Cs