Beranda HUKRIM Bawa Kabur Sepeda Motor Berdalih Beli Makanan, Seorang Pria Diringkus Polisi

Bawa Kabur Sepeda Motor Berdalih Beli Makanan, Seorang Pria Diringkus Polisi

126
0
BERBAGI

Kota Serang-Banten, (faktahukum.co.id) – Seorang pria berinisial S (40) membawa kabur sepeda motor milik korban M (31) yang dipinjam melalui adiknya IH (18) dengan dalih ingin membeli makanan.

Karena sepeda motor tak kunjung kembali Korban M (31) melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Walantaka, Polres Serang, Kota Polda Banten.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / 46 / XI / 2020 / Sek. Walantaka tanggal 15 November 2020. Polsek Walantaka, Polres Serang, Kota Polda Banten,berhasil mengungkap kasus penipuan atau penggelapan satu unit sepeda motor Honda Vario yang dibawa kabur oleh pelaku S (40) dari Sabtu 14 Nopember 2020.

Kapolres Serang Kota AKBP Yunus Hadith Pranoto, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Walantaka AKP Kasmuri, S.H., membenarkan terkait penangkapan tersebut.

Benar, bahwa unit Reskrim Polsek Walantaka, yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Maryono, telah melakukan penangkapan terduga pelaku tindak pidana penipuan dan penggelapan satu unit sepeda motor Honda Vario.

“Pelaku awalnya meminjam sepeda motor milik korban M (31) melalui adiknya IH (18), tetapi motor tersebut tidak pernah dipulangkan kembali oleh pelaku hingga pada akhirnya pelaku tertangkap bersama barang buktinya,” kata Kasmuri, Sabtu (21/11/20).

Kasmuri menjelaskan, tersangka S (40), ditangkap dirumah kontrakannya di
daerah kecamatan Bojong Gede, Kota Bogor, Jawa Barat, setelah ada informasi dari masyarakat setempat.

“Anggota langsung ke lokasi dan menangkap pelaku,” jelasnya.

Dari tangan pelaku didapatkan barang bukti satu unit sepeda motor merk Honda Vario Nomor Polisi A-3187-CN dengan Nomor Rangka MH1JFH110FK440445 dan Nomor Mesin JFH1E-1439132,
1 (satu) buah kunci kontak sepeda motor merk Honda Vario Nomor Polisi A-3187-CN  motor, 1 (satu) buah kunci kontak asli dan 1 (satu)  lembar STNK asli.

“Pelaku berikut barang bukti diamankan di Polsek Walantaka, untuk penyidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Ia menambahkan, atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 378 Jo 372 KUHPidana dengan ancaman pidana paling lama 4 tahun penjara,” pungkas Kasmuri.

Penulis: Putra/Hms.     Editor: Ade’ M.