Beranda HUKRIM Awas!! PIL PCC Alias Zineth Ditetapkan Sebagai Narkotika Golongan 1

Awas!! PIL PCC Alias Zineth Ditetapkan Sebagai Narkotika Golongan 1

1641
0
BERBAGI
ilustrasi. foto : Ist

Pulang Pisau, (faktahukum.co.id) – Maraknya peredaran pil PCC alias Pil Zineth alias Carnophen, sudah jelas meresahkan warga masyarakat di beberapa wilayah Indonesia. Bukan hanya cukup membahayakan bagi kesehatan bagi pengguna pil tersebut, bahkan pil ini dikategorikan sebagai jenis narkotika golongan 1 (satu) sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 7 tahun 2001. Sehingga dengan demikian pengedar maupun pengguna pil haram tersebut bisa dikenakan ancaman UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling denda paling sedikit 800 juta rupiah dan paling banyak 8 miliar rupiah.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr.Mulyanto Budihardjo, melalui Kepala Seksi (Kasi) Kefarmasian dan Askes, Lambang Suncoko, Jumat, (30/03/2018).

Lambang menngatakan dengan adanya Permenkes tersebut diharapkan bisa memberikan efek jera bagi para pengedar maupun pengguna pil berjenis Narkotika golongan satu tersebut.

“Kami sangat optimis Permenkes tersebut bisa membuat efek positif bagi masyarakat, yang mana selama ini peredaran Pil Zineth cukup meresahkan masyarakat,” kata Lambang.

Lanjut Lambang, dilihat dari ancaman pidana yang bisa dikenakan tentu membuat merinding para Pengedar dan Pemakainya, sehingga diharapkan bisa meminimalkan tingkat Peredaran obat ilegal tersebut.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, agar tetap waspada terhadap motif peredaran berbagai macam jenis Narkotika yang diedarkan oknum tidak bertanggungjawab, kalau ada, segera laporkan ke aparat penegak hukum,” ucap Lambang.

Menurut Lambang peran serta masyarakat dalam memberantas Narkoba di seluruh wilayah Indonesia sangat diperlukan mengingat ancaman yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi obat illegal seperti zinet sangat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh bahkan kejiwaan.

“Disini bukan hanya Dinas Kesehatan atapun aparat saja yang bertugas memantau dan menindak dan meminimalisir peredaran narkoba/narkotika, melainkan seluruh lapisan masyarakat juga diharapkan berperan aktif,” ujarnya lebih lanjut.

Lanjut Lambang, mencegah peredaran obat terlarang ataupun sejenisnya sama halnya dengan menyelematkan geneasi muda dari kerusakan tubuh dan moral, sehingga dengan demikian sama berarti menyelamatkan bangsa dan negara. (RD)