Beranda KESEHATAN Awas !!! Obat Albothyl Berbahaya Bagi Kesehatan

Awas !!! Obat Albothyl Berbahaya Bagi Kesehatan

780
0
BERBAGI

Pulang Pisau, (faktahukum.co.id) – Adanya informasi mengenai isu keamanan Albothyl bagi kesehatan, Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, melaui Kasi Kefarmasian dan Alkes, lambang suncoku kepada wartawan faktahukum.co.id menerangkan bahwa BPOM RI telah  menyampaikan beberapa hal terkait isu keamanan obat cair tersebut bagi kesehatan.

Lambang Suncoku

Menurut Lambang, klarifikasi BPOM RI tersebut antara lain menerangkan bahwa Albothyl merupakan obat bebas terbatas berupa cairan obat luar yang mengandung policresulen konsentrat dan digunakan untuk hemostatik dan antiseptik pada saat pembedahan, serta penggunaan pada kulit, telinga, hidung, tenggorokan (THT), sariawan, gigi dan vaginal (ginekologi), Sabtu, (16/02/2018).

Selanjutnya kata lambang BPOM RI secara rutin telah melakukan pengawasan keamanan obat beredar di Indonesia melalui sistem farmakovigilans untuk memastikan bahwa obat beredar tetap memenuhi persyaratan keamanan, kemanfaatan dan mutu.

“Adapun Terkait pemantauan Albothyl dalam 2 tahun terakhir, BPOM RI menerima 38 laporan dari profesional kesehatan yang menerima pasien dengan keluhan efek samping obat Albothyl untuk pengobatan sariawan, diantaranya efek samping serius yaitu sariawan yang membesar dan berlubang hingga menyebabkan infeksi (noma like lession),” jelasnya.

Lebih jauh Lambang menuturkan BPOM RI bersama ahli farmakologi dari universitas dan klinisi dari asosiasi profesi terkait telah melakukan pengkajian aspek keamanan obat yang mengandung policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat dan diputuskan tidak boleh digunakan sebagai hemostatik dan antiseptik pada saat pembedahan serta penggunaan pada kulit (dermatologi) telinga, hidung dan tenggorokan (THT), sariawan (stomatitis aftosa), dan gigi (odontologi).

“BPOM RI membekukan izin edar Albothyl dalam bentuk cairan obat luar konsentrat hingga perbaikan indikasi yang diajukan disetujui. Untuk produk sejenis akan diberlakukan hal yang sama,” ungkapnya.

Selanjutnya kepada PT. Pharos Indonesia (produsen Albothyl) dan industri farmasi lain yang memegang izin edar obat mengandung policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat diperintahkan untuk menarik obat dari peredaran selambat-lambatnya 1(satu) bulan sejak dikeluarkannya Surat Keputusan Pembekuan Izin edarnya.

“Bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan obat ini untuk mengatasi sariawan, dapat menggunakan obat pilihan lain yang mengandung benzydamine HCl, povidone iodine 1%, atau kombinasi dequalinium chloride dan vitamin C. Bila sakit berlanjut, masyarakat agar berkonsultasi dengan dokter atau apoteker di sarana pelayanan kesehatan terdekat,” pungkas Lambang. (RD)