Beranda BERITA UTAMA Arogan, Oknum ASN Kabupaten Cirebon Lecehkan Profesi Jurnalis

Arogan, Oknum ASN Kabupaten Cirebon Lecehkan Profesi Jurnalis

235
0
BERBAGI

KAB. CIREBON- Arogansi oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) lecehkan profesi jurnalis terjadi di Pemerintahan Kabupaten Cirebon Jawa Barat saat di konfirmasi terkait mitigasi bencana banjir dan kebersihan lingkungan oleh awak media. Hal itu dilakukan oleh insial IRH yang bertugas di instansi Dinas Lingkungan Hidup.

“Ini jelas pelecehan, sikap arogan IRH tidak di benarkan. Jurnalis itu berhak untuk minta konfirmasi kepada pejabat yang ada korelasinya dengan isu yang mau diberitakan,” kata Koharuddin selaku Ketua Holistik Insan Penulis & Wartawan Indonesia (HIPWI) Cirebon, pada Rabu (17/11/2021).

Koharuddin akrab disapa Kohar mengatakan bahwa oknum ASN inisial IRH yang bertugas di Dinas LH Kabupaten Cirebon dalam mengahadapi jurnalis dinilai tidak beretika dan tidak menunjukan sikap sebagai ASN.

“Sangat disesalkan dengan adanya oknum ASN dalam menghadapi awak media ketika di konfirmasi, disambut dengan sikap arogan raut muka sinis dan bahasa bak preman pasar,” ungkap Kohar.

Kejadian bermula saat salah satu jurnalis mendatangi kantor Dinas LH untuk melakukan konfirmasi kepada Kadis terkait pencegahan banjir dan kebersihan lingkungan. Namun sangat disesalkan disambut dengan sikap IRH  yang tidak bersahabat.

“Dengan gaya tengil, bak seorang jagoan si IRH balik bertanya,”Mas dari mana, media apa itu, selama empat tahun di humas tidak pernah dengar dan kenal dengan media itu, ucap si IRH dengan gaya sombongnya” ujar Sulaeman, jurnalis yang bekerja di salah satu media nasional.

Sulaeman menambahkan si IRH dengan intonasi suara yang tinggi dan dengan sombongnya balik bertanya kepada awak media “Anda kenal saya tidak” sambil mata melotot dan bergaya seperti jagoan.

Sementara itu, menanggapi peristiwa tersebut Ade Muksin, S.H selaku Pemimpin Redaksi-Penanggung Jawab media Fakta Hukum Indonesia (FHI) sangat menyayangkan dan prihatin atas prilaku oknum ASN tak bersahabat dengan jurnalis.

“Miris, oknum ASN berlaga arogan sok jagoan ketika di konfirmasi jurnalis, apalagi si oknum itu menduduki jabatan strategis di dinas tersebut, tentunya memiliki latar belakang pendidikan cukup tinggi, seharusnya hal itu tidak perlu terjadi,” kata Ade.

Ade pun menjelaskan prilaku oknum ASN tersebut sudah mencederai profesi jurnalis dan perlu adanya ketegasan dari pimpinan diatasnya guna mengevaluasi kinerja para anak buah dibawahnya demi menjaga citra pemerintahan terjaga dengan baik.

“Sikap arogansi oknum ASN yang melukai dan melecehkan profesi Jurnalis, harus di tindak lanjut. Bupati dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) harus ambil sikap, karena adanya sikap oknum dapat merusak citra pemerintahan,” ungkap Ade.

Diketahui bahwa profesi Jurnalis dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan tegas diatur oleh Undang-undang No.40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Penulis : M. Sulaeman