Lihatlah Ini
Lihatlah Ini
ARTIKEL

Arist Merdeka Sirait Perjuanganmu Tak Akan Pernah Mati

×

Arist Merdeka Sirait Perjuanganmu Tak Akan Pernah Mati

Sebarkan artikel ini

Foto Almarhum semasa hidup. (Foto: Istimewa).

                 

↓↓ Gulir untuk Melanjutkan ↓↓
Pasang Iklan Disini

                                   Oleh: Ahmad Subhan.

“Hari ini, kisahmu abadi. Berbaringlah kawan, berbaringlah dengan tenang”.

Itulah sepenggal lirik lagu dari karya Iwan Fals yang berjudul “kesaksian”. Lagu yang di dedikasikan untuk mengenang Arist Merdeka Sirait aktivis Perlindungan Anak Indonesia, yang meninggal pada (26/8/2023).

Hari ini, Dunia Anak Indonesia berduka. Seluruh Pejuang Anak berduka. Salah satu orang yang mendedikasikan masa hidupnya untuk pelindung anak meninggalkan kita semua karena penyakit yang dideritanya.

Kemarin tepatnya tanggal 26 Agustus 2023 datang kabar duka di kalangan aktivis anak Nasional. Seorang Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait meninggalkan kita semua.

Kabarnya beliau meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati sejak Senin (21/8/2203) akibat sakit yang dideritanya.

BACA JUGA :   Pandemi Belum Berakhir, Masyarakat Perlu Tingkatkan Kewaspadaan

Kabar duka ini mungkin sangat mengejutkan bagi kami yang sama-sama konsen dalam upaya perlindungan anak di daerah. Penulis pun merasa sangat kehilangan.

Arist Merdeka Sirait dikenal sebagai aktivis yang selalu memperjuangkan hak dan perlindungan bagi anak-anak yang tidak memperoleh keadilan. Kiprahnya di Komnas PA juga cukup lama, sejak dibentuknya Komnas Perlindungan Anak Indonesia.

Hampir sepanjang hidupnya dia dedikasikan untuk melindungi anak-anak dari berbagai macam latar belakang keluarga.

Mendengar kabar duka ini, dunia perlindungan anak sangat kehilangan sosok Arist Merdeka Sirait pastinya.

Penulis pun sempat mengenal sosok pria brewok yang sangat sederhana dan bersahaja tersebut ketika sama-sama berjuang dalam aktivitas perlindungan anak di wilayah Provinsi Banten, saat itu penulis tergabung dalam kepengurusan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten pada tahun 2015-2016 yang saat ini berganti nama menjadi Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dengan Kepemimpinan Kak Seto dan Komnas PA dibawah Kepemimpinan Opung Arist Merdeka Sirait.

BACA JUGA :   Akankah Digitalisasi Kemaritiman Makin Moncer Pasca Covid-19?

Dua organisasi yang sama-sama konsen dalam upaya perlindungan Anak Indonesia.

Kami menilai sosok Arist Merdeka telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk memperjuangkan perlindungan bagi anak-anak Indonesia. Dan itu dibuktikan dengan kiprahnya semasa hidup.

Banyak pesan yang tersirat atau pun tersurat untuk dunia perlindungan anak saat beliau masih ada, yang disampaikan beliau saat mendampingi korban-korban anak di daerah di seluruh Indonesia, adanya kabar duka ini kami sangat merasa kehilangan sosok pelindung anak.

Pandangan manusia, tentu sifatnya hanya praduga, perkiraan, sepertinya. Bukan hal yang pasti benar.

Kasih sayang Tuhan, bisa disampaikanNya dengan berbagai cara. Bisa menyenangkan, namun bisa juga menyedihkan. Salah satunya dengan Arist Merdeka Sirait meninggalkan kita semua.

Jangan-jangan, Tuhan sedang menggunakan hak kasih sayangNya untuk memanggil hambaNya yang terkasih, meski dengan cara yang berbeda-beda.

BACA JUGA :   Makna Filosofi Puasa Ramadhan 

Namun, sungguh balasan yang akan diterima Opung Arist Merdeka, akan jauh lebih baik, dibandingkan dengan penderitaan sakit yang dialaminya.

Seperti Para syuhada yang gugur dalam perjuangannya membela agamaNya, mendapatkan tempat kembali yang jauh lebih baik. Lihatlah, bagaimana cara Tuhan memanggil hamba yang di kasihiNya.

“Baik menurut kita, bisa jadi tidak baik buat kita. Sementara yang tidak baik menurut kita, bisa jadi baik buat kita”.

Selamat jalan Arist Merdeka Sirait, engkau memang sudah tiada. Namun pesan peristiwa kepulanganmu, telah menggetarkan dunia Anak dan Nusantara.

Tak ada yang sia-sia, tak ada yang percuma. Setiap peristiwa ada hikmah di dalamnya.

Selamat Jalan, rest in peace Perjuanganmu Tak Akan Pernah Mati.

Penulis: Ahmad Subhan (Wakil Ketua Bidang Promosi dan Sosialisasi Pengurus LPA Banten Tahun 2015-2016), Pekerja Sosial Pandeglang, Dosen STIA Banten, Ketua Pandeglang Care Movement.

Faktahukum on Google News