Beranda ADVENTORIAL Amran,MN Nahkodai PERPADI Kabupaten Wajo.

Amran,MN Nahkodai PERPADI Kabupaten Wajo.

1021
0
BERBAGI

Wajo.Sulsel. (Faktahukum.co.id ) – Pengurus PERPADI Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan acara pengukuhan pengurus perhimpunan pengusaha penggilingan padi dan beras (PERPADI) di Kabupaten Wajo periode 2019-2024, di Ruang pola Kantor Bupati Wajo, Jumat (22/03) / 19).

Hadir dalam kesempatan ini Wakil Bupati, Anggota DPRD, Dandim 1406, Polres Wajo, Kelompok tani, Ketua DPC PERPADI Kabupaten juga ketua PERPADI Provinsi Sulawesi Selatan.

Sambutan pengurus PERPADI Provinsi Sulawesi Selatan Andi Pallawagau mengatakan “bagaimana kita meningkatkan produksi beras di Kabupaten Wajo, Pengurus PERPADI Kabupaten Wajo perlu banyak dibahas lebih lanjut dengan Bupati Wajo, silakan saja untuk membantu dan menyediakan perusahaan yang hanya diurus, kita dapat tombak dan panggil bagi para petani. “

Sambutan Bupati yang diwakili Oleh Wakil Bupati H.Amran, SE dalam acara ini mengatakan, “mari kita bahas bersama Kabupaten Wajo yang memiliki potensi besar di sektor pertanian daerah lumbung padi nasional setelah Kabupaten Karawang di provinsi Jawa Barat sebagai Kabupaten ketahanan pangan nasional. “

“Tentunya sukses kita ini dapat diraih berkat dukungan kerjasama dan kerja keras seluruh pemerintah, Perum Bulog, TNI dan PERPADI serta seluruh masyarakat petani di Kabupaten Wajo.”

Masalah beras merupakan masalah hajat hidup orang banyak, sehingga setiap masalah dan sistem tata kelola padi perlu mendapat pembinaan dan diberdayakan dengan cepat, salah satu jenis usaha yang digeluti masyarakat yang terkait dengan padi dan beras adalah penggilingan padi, sebab ini merupakan jembatan penghubung antara proses Memproses padi dan gabah menjadi beras petani.

Berdasarkan data BPS Kabupaten Wajo pada 2017 kita memiliki jumlah penggilingan padi sebanyak 654 unit yang terdiri dari 92 unit penggilingan padi skala besar, 195 unit penggilingan padi skala menengah, dan 367 unit penggilingan padi skala kecil, kesemuanya memerankan peran yang sangat penting berkaitan dengan debit atau usaha tani secara mandiri.

Kami memiliki 25 kerja nyata yang saling terkait satu sama lain kami menjanjikan terbentuknya pertanian terintegrasi Sistem pertanian terintegrasi yang didukung dengan bantuan usaha teknologi pemasaran, membeli 10.000 Wirausahawan baru dan kedaulatan, jaringan pangan, pertanian, pertanian, pertanian, dan pertanian selama lima tahun kedepan pendapatan perkapita masyarakat meningkat menjadi 60 juta per tahun.

Pada kesempatan ini, saya meminta selamat atas terpilihnya pengurus PERPADI di Kabupaten Wajo Periode 2019-2024, saya percaya bahwa saudara yang dikukuhkan ini memiliki jiwa saudagar dan jiwa kewirausahaan.

Sambutan Ketua PERPADI Kabupaten Wajo Amran, MN mengatakan “kami menerima terima kasih atas penghargaan yang setinggi-tinggi bagi semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini, untuk panitia, tamu undangan ketua PERPADI Sulawesi Selatan dan ketua PERPADI di Kabupaten Kota Sulawesi Selatan, terkonsentrasi untuk Bapak Wakil Bupati Wajo yang mewakili Bupati untuk melantik dan mengukuhkan kami sebagai pengurus PERPADI Kabupaten Wajo. “

Semua hal tentang potensi daerah telah disetujui oleh Wakil Bupati Wajo dalam sambutannya, diterima Wajo memang menjadi salah satu lumbung padi Nasional, oleh karena itu kami telah mewujudkan harapan Pemerintah Kabupaten Wajo yang menjalankan Visi dan Misi pengurus PERPADI di Kabupaten Wajo periode 2019-2024.

Visi PERPADI Kabupaten Wajo periode 2019-2024 menjadi organisasi pengusaha penggilingan padi dan beras yang tangguh dan mandiri, sedangkan Misinya mempersatukan potensi usaha penggilingan padi milik anggota untuk meningkatkan daya guna usaha perberasan, memperluas periklanan berbasis beras, juga antar pulau melalui pola kemitraan dan perdagangan penjualan beras dan Menumbuhkan kepercayaan kepada semua pihak Petani pedagang beras dan pemerintah.

Dengan rencana program kerja pertama Penguatan organisasi, Peningkatan volume usaha anggota, Peningkatan daya serap gabah petani, Peningkatan daya saing pemasaran beras dan Penumbuhan dan modal pemupukan. (Hms / Rashid)